5 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Latihan Kardiovaskular

622
5 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Latihan Kardiovaskular

Sport – Anda pernah latihan kardiovaskular? Jenis latihan fisik yang satu ini memang sangat populer dan bervariasi. Selain baik untuk kesehatan jantung, latihan kardiovaskular juga efektif untuk menstabilkan berat badan. Kelebihan berat badan bisa diatasi jika Anda rutin melakukan sesi latihan tersebut.

Walaupun kardiovaskular menjadi pilihan banyak orang karena mudah dilakukan, bukan berarti semua orang sudah melakukannya dengan benar. Empat kesalahan yang sering terjadi saat latihan kardiovaskular berikut ini malah akan mengurangi manfaatnya:

1. Durasi dan Beban Latihan yang Selalu Sama

Durasi dan Beban Latihan yang Selalu Sama

Durasi dan beban latihan yang selalu sama tidak akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan Anda. Sebab tubuh Anda akan cepat beradaptasi dengan beban latihan yang sudah pernah Anda jalani. Alangkah lebih baik kalau Anda meningkatkan durasi dan beban latihan secara bertahap bila Anda sudah terbiasa melakukan latihan kardiovaskular.

2. Tidak Melakukan Sesi Latihan yang Variatif

Tidak Melakukan Sesi Latihan yang Variatif

Latihan kardiovaskular sangat beragam jenisnya. Anda tak hanya bisa jogging atau berlari di treadmill jika ingin melakukan latihan tersebut. Variasi latihan lain seperti renang, bersepeda, dan jalan kaki akan memberikan manfaat yang lebih maksimal. Karena seluruh otot-otot tubuh akan terlatih dengan baik bila Anda melakukan pola latihan yang variatif. Anda pun tak akan mudah bosan jika melakukan jenis latihan yang beragam.

[irp posts=”581″ name=”Ini Dia! Waktu Ideal Berolahraga dalam Seminggu bagi Si Pekerja Keras”]

3. Berlatih Terlalu Keras Melampaui Kemampuan Pribadi

Berlatih Terlalu Keras Melampaui Kemampuan Pribadi

Anda tak perlu memaksakan diri berlebihan ketika melakukan latihan kardiovaskular. Karena aktivitas fisik yang berlebihan hanya akan meningkatkan risiko cidera. Alangkah lebih baik jika Anda memulainya secara perlahan-lahan. Jika tubuh Anda sudah beradaptasi dengan latihan kardiovaskular, Anda pun bisa meningkatkan durasi dan beban latihan secara bertahap. Proses pertambahan massa otot dan pembakaran kalori pun bisa berlangsung maksimal sesuai target.

4. Latihan Kardiovaskular Ketika Perut Kosong

Latihan Kardiovaskular Ketika Perut Kosong

Berlatih kardiovaskular dengan perut kosong bukanlah hal yang baik bagi tubuh Anda. Sebab tubuh akan mengambil energi dari aliran darah dan otot, bukan dari lemak tubuh. Hal ini justru akan memperlambat proses pembakaran kalori dan menghalangi tumbuh kembang otot. Lebih parahnya lagi, Anda akan sulit berkonsentrasi dan mudah lelah ketika melakukan aktivitas fisik.

Jika sekarang Anda lebih memahami mekanisme latihan kardiovaskular yang benar, Anda bisa menjalani aktivitas fisik secara maksimal. Tak perlu khawatir akan cidera atau lelah berlebihan. Manfaatkan waktu Anda untuk menjalani sesi latihan fisik secara maksimal demi menjaga kebugaran tubuh.

Advertisement