Pilih Sepeda Statis atau Sepeda Konvensional? Cek Dulu Faktanya!

392
Pilih Sepeda Statis atau Sepeda Konvensional Cek Dulu Faktanya!

Sport – Bersepeda menggunakan sepeda statis ataupun sepeda konvensional termasuk ke dalam jenis olahraga kardio karena dapat meningkatkan kinerja jantung, paru-paru, dan sistem sirkulasi pada tubuh. Selain itu, bersepeda secara teratur juga mampu menurunkan tingkat kolesterol jahat di dalam darah, menguatkan otot jantung, dan menurunkan tekanan darah.

Memasuki masa new normal, nampaknya minat bersepeda semakin meningkat. Hal ini setidaknya terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang meluangkan waktu untuk berolahraga sepeda dalam Car Free Day (CFD) di Jakarta hingga membuat suasana jalan di pusat ibu kota tampak sangat ramai. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, selama pandemi Covid-19 masyarakat dianjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak minimal 1 meter untuk memutus rantai penularan virus corona baru.

Nah, sebelum kamu memutuskan untuk ikut tren bersepeda, beberapa hal berikut ini bisa jadi pertimbangan kamu untuk memutuskan naik sepeda konvensional atau memilih sepeda statis.

1. Bantu Memutus Rantai Covid-19

Sepeda Statis - Bantu Memutus Rantai Covid-19

Bersepeda selama pandemi Covid-19 memang baik dilakukan untuk menjaga kesehatan. Namun, olahraga di tempat umum dan berkelompok hingga saat ini sebaiknya dihindari karena berisiko tinggi menjadi sumber penularan Covid-19. Bersepeda secara berkelompok dan di tempat umum seperti dalam CFD di Jakarta memungkinkan masyarakat mengabaikan physical distancing dengan orang lain. Karena itu, lebih baik jika kita berolahraga di rumah dulu bersama anggota keluarga yang diketahui pasti kondisi kesehatannya yaa!

2. Resiko Cedera

Resiko Cedera

Bersepeda menggunakan sepeda statis adalah olahraga yang dilakukan dengan cara mengayuh sepeda di tempat. Olahraga ini sangat baik dilakukan saat tubuh tidak dapat berlari atau berolahraga berat karena memiliki masalah pada sendi, lutut ataupun punggung. Para ahli menyepakati bahwa olahraga dengan sepeda statis adalah jenis olahraga yang tidak membahayakan sendi.

3. Tingkat Kebugaran

Meskipun variasi gerakan otot yang lebih sedikit menjadikan otot hamstring sebagai satu-satunya otot yang bekerja paling keras saat menggunakan sepeda statis, nyatanya sepeda statis mampu memaksimalkan denyut jantung hingga 75-95 persen. Hal ini menunjukan jika sepeda statis sama bagusnya dengan sepeda konvensional untuk meningkatkan kebugaran.

Sedangkan bagi atlet atau orang yang benar-benar hobi bersepeda di luar ruangan, denyut jantungnya bisa mencapai 100 persen. Namun, bagi kamu yang bersepeda hanya untuk bersenang-senang karena biasanya tidak didampingi instruktur, justru akan memberikan hasil yang kurang maksimal karena akan lebih banyak melakukan variasi gerakan dihampir semua otot kaki.

4. Tingkat kenyamanan

Sepeda Statis - Tingkat kenyamanan

Lain halnya dengan sepeda statis, jenis alat olahraga ini jauh lebih unggul karena bisa dikendarai di dalam ruang ber-AC atau teras rumahmu. Selain itu, kamu bisa melakukannya sambil mendengarkan musik ataupun menonton TV. Ditambah lagi, kamu bisa bersepeda kapan saja kamu mau.

Mengingat kasus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah, penting untuk kita sebagai masyarakat pandai-pandai menjaga kesehatan saat berolahraga, seperti memilih rute atau tempat yang aman untuk bersepeda. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan memilih menggunakan sepeda statis, terutama bagi kamu yang tinggal di lingkungan yang lalu lintasnya padat dan banyak polusi, sepeda statis bisa menjadi pilihan terbaik untuk bersepeda!