Sering Nyeri Lutut, Jangan Dianggap Remeh!

117
Sering Nyeri Lutut, Jangan Dianggap Remeh
Sering Nyeri Lutut, Jangan Dianggap Remeh

Health – Nyeri lutut dapat berasal dari struktur tulang lutut seperti sendi lutut, tempurung lutut, atau ligamen dan tulang rawan. Beberapa orang yang menderita sakit lutut hanya mengalami gejala ringan, tetapi beberapa orang dapat mengalami rasa sakit yang luar biasa. Lokasi rasa sakit di lutut sangatlah penting karena dapat menunjukkan kemungkinan penyebab utama dari nyeri tersebut. Sakit lutut dapat dialami pasien dari segala umur meskipun lebih sering dialami pasien lanjut usia.

Apa saja tanda-tanda dan gejala nyeri lutut?

Rasa sakit yang bervariasi pada umumnya saat berjalan atau posisi tertentu, pembengkakan, kekakuan sendi dan krepitasi (terdengan bunyi “klik” saat lutut digerakkan) adalah beberapa dari gejala sakit lutut. Beberapa dari tanda dan gejala nyeri lutut mungkin tidak disebutkan di atas.

Nyeri lutut yang terjadi pada orang dewasa, dapat diakibatkan karena trauma seperti terjatuh, keseleo, cedera waktu olahraga baik disadari maupun tidak. Selain itu nyeri lutut juga bisa disebabkan kelainan di luar lutut seperti akibat lemahnya otot paha, cedera ligamen lutut dalam, kelainan di sendi panggul, atau kelainan di tulang belakang (HNP) yang tentunya memerlukan penanganan yang lebih kompleks.

Apa penyebab nyeri lutut?

1. Radang Sendi

Radang sendi (arthritis) seperti osteoarthritis merupakan salah satu kondisi yang paling sering menyebabkan sakit lutut. Seseorang yang mengidap kondisi ini mengalami kerusakan pada tulang rawan karena pertambahan usia. Osteoarthritis juga rentan terjadi pada atlet karena penggunaan sendi lutut yang berlebihan.

2. Sindrom Nyeri Patellofemoral

3. Cedera Lutut

Selain kedua hal di atas, nyeri atau sakit lutut dapat disebabkan oleh cedera lutut. Semua orang memiliki risiko untuk mengalami cedera lutut, namun atlet merupakan profesi yang rentan mengalami cedera lutut. Di dalam sendi lutut terdapat ligamen yang menghubungkan tulang paha dan betis. Nah, nyeri lutut ini akan timbul ketika ligamen robek akibat cedera.

4. Kista Baker atau Tumor Tulang

Pada beberapa kasus nyeri lutut atau sakit lutut bisa disebabkan oleh kista baker. Kista jenis ini merupakan penumpukan cairan pelumas di sendi secara berlebihan. Kondisi ini mendorong belakang sendi dan menyebabkan nyeri. Tidak cuma itu, kista baker bisa menyebabkan terbentuknya benjolan pada bagian belakang lutut. Sementara itu, tumor tulang seperti osteosarcoma bisa menyebabkan nyeri lutut. Tumor tulang ini dapat menyerang remaja berusia 20 tahun ke bawah dan anak-anak.

Bagaimana Mengatasinya?

Agar rasa sakit pada lutut tidak semakin parah, kamu perlu beristirahat sepenuhnya dari segala aktivitas berat. Apalagi kegiatan yang melibatkan lutut, seperti berolahraga, berlari, bersepeda, atau naik gunung.

Umumnya untuk mengobati sakit lutut cukup dengan konsumsi obat-obatan penghilang rasa sakit. Jika terjadi pembengkakan, maka waktu penyembuhannya menjadi sedikit lebih lama dibandingkan dengan nyeri lutut biasa. Sehingga, kamu akan diberikan tindakan sesuai dengan penyebabnya. Contohnya adalah tindakan aspirasi, atau penyedotan cairan bursa supaya kita bisa leluasa bergerak dan mengurangi rasa sakit. Cairan ini diambil menggunakan jarum yang disuntikkan pada area lutut yang mengalami pembengkakan.

Sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan, kamu bisa coba melakukan terapi dengan menggunakan Joint Care dari Jaco TV Shopping loh! Alat terapi lutut ini memiliki 3 jenis terapi yang dapat membantu mengurangi masalah pada lutut. Terapi getaran/pijat yang berfungsi untuk merelaksasi otot dan saraf yang tegang pada bagian persendian. Terapi panasnya berfungsi mengurangi dan mencegah rasa nyeri pada persendian. Sedangkan terapi sinar inframerah pada Joint Care berfungsi melancarkan peredaran darah pada bagian persendian.

Baca Juga :   Manfaat Luar Biasa dari Berjalan Kaki untuk Kesehatan Jangka Panjang

Kelebihan melakukan terapi menggunakan Joint Care ini adalah kamu dapat mengurangi mengonsumsi obat-obatan. Alat ini juga dapat digunakan segala usia mulai dari remaja hingga lansia, sehingga lebih hemat biaya. Bentuknya yang kecil praktis dan mudah digunakan di mana saja, serta aman digunakan tanpa efek samping.